Wednesday, December 20, 2006
bbussssssssyy...
Wednesday, October 11, 2006
Friday, September 29, 2006
Puasa....
Wednesday, September 27, 2006
Cinta Indonesia
Friday, September 01, 2006
About Customer
Thanks to all of my customer for your valuable lessons.
Tuesday, August 29, 2006
Calo
Friday, August 11, 2006
Berhutang & Menghutang
Tapi, ngomong2 ni tentang utang , ada sisi2 baik loh yg bisa dilakukan. Postingan ini terutama berisi tentang hal2 positif yg bisa dilakukan oleh kedua belah pihak saat mau ga mau, suka ga suka, terlibat dalam utang2an. Ya kembali lagi, itu lepas dari pandangan orang tentang lumrah engga'nya berutang piutang.
TIPS :Buat yg duitnya dipinjem orang, hal2 yg bisa dilakukan adalah sbb:
1. Berdoa agar orang yg ngutang itu selalu panjang umur biar bisa balikin duitnya
2. Berdoa untuk kelancaran rejeki si pengutang biar cepet balikin duit
3. Doain si pengutang supaya makin sukses biar ga perlu ngutang2 lagi
4. Tambah giat berusaha biar duitnya makin banyak, seumpama duit tetep ga dibalikin toh dah punya duit banyak...:)
5. Bertawakal pada Alloh SWT, sehingga dikaruniai kerelaan : yg tadinya ga rela dipinjem duitnya jadi rela.
6. Ingetin si pengutang buat balikin tu duit, sapa tau lupa....kalo ga bilang salah sendiri.
Buat yg ngutang ada juga tipsnya :
1. Doain orang yg punya duit biar makin kaya, jadi bisa ngutang lagi deh...:p
2. Doa panjang umur&rejeki untuk yg udah mau minjemin duit.
3. Tambah rajin berusaha & bekerja biar ga nyari utangan
Tu kan, banyak kan manfaatnya, kita jadi lebih rajin doain orang lain. Kita juga jadi lebih menyadari banyak orang2 disekitar kita yg masih kurang. Tapiiiiiii......emang lebih bagus kalo buat orang yg mo ngutang, mbok ya kalo kepepet aja ngutangnya, jangan karna mo hidup konsumtif jadi rajin ngutang ke orang sekitar. Trus buat yg ngutangin duit, plis jangan ngambil keuntungan lebih dari minjemin duit ke orang laen, mending kalo ga rela ya jangan ngutangin....gampang kan...? (hiks..hiks...kadang susah)
** Beberapa poin berdasarkan pengalaman pribadi sebagai kreditur maupun debitur...heheheh**
Monday, July 31, 2006
Babak I : Venezia, Italy
Sebenarnya perjalanan ini sudah dilakukan almost 1 year ago, yaa perjalanan yang dibiayai oleh kantorku alias dinas. Cuman, mo bikin jurnal perjalanannya sendiri belon sempat sampe saat ini. Sabtu malam aku berangkat dari Indonesia jam 19.30 dan sampe di Bologna Italy kira2 jam 9 pagi waktu setempat ato kira2 jam 3 sore waktu Jakarta. Berhubung cari pesawatnya yang ekonomis walhasil kita transit di Bangkok, Frankfurt, Munchen (
Turun dari kreta & kluar stasiun, aku agak takjub juga, sejauh mata memandang kok cuman air laut. Ternyata perjalanan belon selesai, abis itu kita naek perahu bermotor rame-rame ama orang2 bule yg kirain pada mo melancong ke Venezia. Perahu motornya si lumayan gede dibandingin ama perahu motor yang biasa ada di Gembira Loka, disebutnya disana : vaporetto. Perahu motor ini berhenti di halte2, misalnya San Marco, Rialto, dll. Jadi Venecia ini adalah sebuah provinsi yang berbentuk kepulauan yang berada di sebuah laguna (opo yo, semacam danau kali ya), terdiri dari 100 lebih pulau2 kecil dan dipulau2 itu ada kota2nya. Dengan keunikannya itu, kota ini terkenal dengan kanal2nya yg berjumlah sekitar 170an untuk menggantikan keberadaan jalan. Sebenarnya dia juga punya 400an jembatan untuk menghubungkan pulau2 disana, tapi jembatan itu lebih difungsikan sebagai tempat pejalan kaki daripada untuk kendaraan bermotor. Emang Venecia ini konon ádalah kota hunian terbesar di Eropa yang free dari kendaraan bermotor. Makanya bule2 yang kukira melancong itu mungkin sebagian adalah penduduk asli situ yg emang pake vaporetto untuk sarana transportasi.
Selaen perahu bermotor yg aku pake itu, ada perahu traditional setempat, yaitu góndola. Góndola adalah perahu dayung tradisional Venezia dengan dayung tunggal.
Selama berabad–abad gondola menjadi alat transportasi penting di Venezia yang unik itu. Catatan tertua tentang gondola dibuat tahun 1094 dan di situ tertulis kata gondulam.
Pendayung gondola biasanya berdiri di bagian belakang dan gerakan dayungnya yang disebut remo adalah mendorong, bukan menarik. Tangkai remo itu dikunci ke tubuh gondola dengan alat yang dinamai forcola. Sejak awal gondola tidak pernah memiliki tiang. Kabin penumpang kecil dan sempit, kadang ditutup dengan semacam tenda agar penumpangnya tidak kehujanan. Bagian depan gondola memiliki hiasan dari besi yang disebut ferro.
Pada abad ke–18, ada ribuan gondola memenuhi kanal–kanal di Venezia. Namun, jumlahnya kini menyusut menjadi sekitar ratusan saja. Keberadaan gondola perlahan tersingkir dengan kehadiran perahu motor yang lebih cepat. Selain itu, untuk pengangkutan yang lebih massal ada perahu motor yang menyinggahi beberapa halte atau stazi, seperti di Ferrovia, Lido, Piazzale Roma, San Marco, dan Rialto.
Untuk saat ini, Gondola mostly disewakan kepada turis yang melancong kesana, ato dipake untuk acara nikahan, bahkan pemakaman. Ciri khas pendayung gondola adalah mengenakan celana panjang hitam serta kaus bergaris–garis hitam putih. Mereka pun melengkapi penampilannya dengan topi hitam. Sambil mendayung, mereka senang menyanyi keras–keras sehingga gema suaranya memantul di dinding–dinding rumah dan gedung di sepanjang kanal.
Naik gondola berarti siap menjadi tontonan.Kita memotret dan menyaksikan pemandangan sekitar, sedangkan penumpang di perahu motor, orang–orang yang berdiri di dermaga atau jembatan serta jendela bangunan pun asyik menonton dan memotret kita.
Akhirnya kita turun di halte San Marco. Dari situ kita menuju ke sebuah area lapang yang dikelilingi bangunan guede banget & tuwir pol. Pokoknya seleraku banget deh, klasik, namanya Piazza de San Marco. Di salah satu sisi terdapat katedral yaitu Basilica di San Marco.
Di lapangan itu udah ditata meja2 beserta kursi yang disediakan untuk para pengunjung menyantap makan, dan di bagian pinggir antara lapangan dan gedung ada satu grup pemain orkes dengan berbagai alat musik, memainkan lagu2 klasik. Jadinya suasananya trasa nyante bgt, makan di outdoor sambil dengerin musik dengan burung2 merpati beterbangan di area lapangan, sempet kepikiran juga si tentang flu burung hehehe….
Friday, July 14, 2006
aku vs gue...
Wednesday, July 12, 2006
Sahabat
FORZA ITALIA
Italia 5 - Perancis 3 (1-1)
Yesssss..............Italia campione del mondo
Apapun kata orang tentang Italia...yang penting Italia juara.
Aku udah nge-fans sama tim azzuri ini sejak jaman SD dulu pas sering dibangunin buat diajakin nonton bola malem-malem ama kakakku yg cowok, notabene sebelum udah cukup nalar bahwa pemain bola Itali itu guanteng2 (hehehe....).
Sejak 1994 aku udah ga suka ama Brasil karena ngalahin Italia di final world cup USA,beteeeee.....(hihhi....childish banget ya, tapi sampe sekarang aku tetep ga bisa suka sama Brasil). Sejak 1998 aku udah ga suka sama Perancis, ga tau kenapa gitu. Dulu pemain favoritku Paolo Maldini, sekarang Alessandro Nesta & Fabio Cannavaro (apalagi pas masih gondrong...mmmmmmmhhh :p). Favoritku emang yang jadi lini belakang.
Bagiku untuk bertahan itu adalah sesuatu yang sangat sulit dan sangat krusial. Catenaccio yang dianut Italia, tidak murni pertahanan, liat aja skor2 gol yang mereka cetak sejak penyisihan sampe final serta rekor kebobolan gawang. Ada yang bilang main bola kok bertahan. Grup Itali mengajarkan bahwa dengan pertahanan yang solid, mereka bisa bikin frustasi lawan , dan disaat itu mereka bisa memanfaatkan situasi dengan baik. Yang lain juga musti belajar bahwa untuk menghadapi tembok yang kukuh, mereka harus menghindari rasa frustasi apalagi sampe emosi.
Sebenarnya sayang juga sih Si Zizou musti dikartu merah gara-gara nyeruduk Materazzi. Dia kan pemain besar, harusnya tetap bisa mengontrol emosi bagaimana pun provokasi lawan apalagi disaat-saat penting bagi tim Perancis yang amat sangat menggantungkan nyawa tim ke pundak Zizou. Harusnya dia tetep ada di tengah lapangan untuk menyaksikan dan merasakan kekalahannya dan kekalahan timnya, karena Itali tetap akan menang meskipun ada 10 Zinedine Zidane disitu.Hehehe....sori ya buat penggemar Zizou....bukan maksudku :)
Tenang…tenang…itu bukan ulasan sepakbola. Sudah terlalu banyak komentator-komentator dadakan di
Thursday, June 15, 2006
Yogya…………..never ending histories
Kata orang, Yogyakarta itu
Tatkala Gunung Merapi menunjukkan tanda-tanda keperkasaannya dengan “wedus gembel”, banyak orang Yogya yang tetap percaya bahwa Merapi takkan pernah menyakiti dan melukai mereka. Saat seluruh dunia memandang ke puncak Merapi, bumi bergoncang di sebelah selatan di Kabupaten Bantul. Ribuan orang menjerit dan menangis karena kehilangan harta dan orang-orang dekatnya. Dan seluruh dunia pun tertuju kesitu.
Dalam segala rasa kehilangan itu, beberapa waktu kemudian Yogya mencoba bangkit kembali, tanpa berlama-lama mengasihani diri. Masyarakat bergotong royong, saling bergiliran membangun rumah mereka yang rusak. Dalam kesusahan, tetap dalam kebersamaan…….it’s so beautiful.
Akhirnya aku tersadar bahwa Yogya benar-benar
h o n e y